Mitos Gelar Kesarjanaan

Ujian Masuk PTN/SNMPTN bisa diibaratkan suasana malam minggu di pertigaan paling utara Malioboro. Dari segala penjuru Yogya, dalam waktu yang bersamaan berebut masuk ke ruas ke ruas jalan Malioboro. Apa jadinya?? Yap..betul……”MACET TOTAL
UM PTN/SNMPTN juga seperti itu.Kenapa??
Karena semua orang butuh hasrat untuk hidup lebih baik(Dalam Sosiologi untuk melakukan “mobilitas naik”).

Pada zaman dulu mungkin sekarang masih ada, Orang-orang entah itu orang tua kita, do’i kita, guru kita, masyarakat kita, bahkan pemerintah kita, beramai-ramai berkampanye untuk berburu GELAR. Padahal dorongan yang benar mestinya, “Kalau ingin menjadi pendobrak jaman, Jadilah Sejatiwan! Caranya, jadilah pelajar, mahasiswa, bisnisman, politisi, petani, nelayan, penyair, tentara,dll. Dan hasilkan sesuatu temuan dan karya nyata.”

Gelar Kesarjanaan yang galihnya dicapai secara demokratis, terbuka bagi siapa saja asal mampu dalam makna aslinya adalah sebutan untuk sebuah “Tahapan Pencapaian” belajar belaka yang basisnya justru keterbukaan untuk digugat.

Ini memang desain yang keliru. Pemerintah telah memberi penguatan pada salah kaprah masyarakat yang melihat gelar kesarjanaan sebagai tiket untuk mendapatkan “RASA DIRI” baru di masyarakatnya. Tak peduli apakah setelah menjadi Sarjana, para mahasiswa sudah tidak berkarya lagi, seolah bukan urusan pemerintah. Kalaupun akhirnya menjadi Sarjana “Numpang Lewat”, status sarjana, tapi : Beda LABEL dengan ISINYA. Maka taj heran jika bangsa kita mengalami krisis multidimensi yang tak jelas kapan berakhhirnya.

Para remaja umumnya juga begitu. “KALAU NGGAK DITERIMA di psikologi atau kedokteran misalnya, hhm..Sorry. berarti aku: STUPID. ” Atau kalau nggak diterima di UGM, UI, ITB bahh………., ini mah sudah bencana besar. Ke PTS?? Amit-amit deh. Tapi diterima di PTN juga tidak. Akhirnya, runtuhlah moralnya, “Hidupku berakhir sudah! Kiamat betul aku ini”

Dan dalam prinsip Psikologi yang sudah teruji keabsahannya menyebutkan :
Bagaimana Anda berpikir tentang Anda, itulah Anda.” Semua akan terbukti otomatis dengan sendirinya

Iklan

Satu pemikiran pada “Mitos Gelar Kesarjanaan

  1. memang berbahagia mas, menjadi sejatiwan seperti yang kita bayangkan. tetapi bagaimana bila posisi kita hari ini tak seperti yang kita idamkan, he-he-he.

    salam blogger,
    masmpep.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s