Pendidikan Formal Bukan Titik Keberhasilan

Teman-teman sering kali orang-orang beranggapan kalau “jika kita ingin kehidupan kita berhasil maka sekolahlah setinggi-tingginya”.
Agar apa yang kita mendapatkan kesuksesan keesokannya.

Mungkinkah anggapan itu benar? Jawabannya Maybe YES Maybe NO. Mengapa?

Bukannya saya sok tau, sok jadi para g normal, tapi itulah kenyataannya di zaman sekarang ini. Teman-teman mungkin menjumpai banyak orang yang lulusan Sarjana atau sederatnya, yang tidak bekerja alias nganggur, atau malah bekerja yang bukan bidangnya yang telah mereka pelajari di bangku kuliah.

Dan ada juga orang yang bahkan tidak pernah mencicipi bangku kuliah tapi ia di dalam dunia kerja maupun di dalam kehidupannya sangatlah berhasil dibanding orang yang telah mencicipi bangku kuliah.

Satu hal yang menyebabkan semua itu, yakni sesorang tidak bisa mengatur dirinya sendiri. Seseorang tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Meskipun ia sekolah di Universitas yang nomer satu pun, jika orang tersebut tidak memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas, maka ya begitulah. Masa depannya tidak bisa dibanggakan. Jadi, Keberhasillan itu tergantung dari setiap individu. Kapan seseorang memiliki tujuan hidup yang jelas dan mampu mewujudkannya maka dia lah orang yang benar-benar berhasil. Bukan orang yang sekolah sampai tinggi tapi tidak bisa mengatur dirinya sendiri.

Lalu bagaimana agar seorang yang sedang menuntut ilmu alias sekolah supaya berhasil sesuai dengan bidangnya?

Ya..mereka harus memiliki tujuan hidup. Harus memiliki impian untuk berhasil, dan buang semua keGENGSIan. Jangan salah, sekarang ini banyak orang menjadikan KULIAH katakanlah sebagai sesuatu yang “WAH..” Kalau gak kuliah Gengsi. Nah ini dia sumber kegagalan seseorang tersebut.

Nah, itu sedikit celoteh ku, mungkin bisa bermanfaat buat teman-teman. Jika ada yang kurang mohon ditambahi dengan cara komentar di bawah ini.

Sekian dan Terima Kasih.

posted by Virmansyah

2 pemikiran pada “Pendidikan Formal Bukan Titik Keberhasilan

  1. Wah bener juga tuh… Sebab setiap manusia diberikan akal dan pikiran masing-masing. Kalau nggak mau digunakan juga nggak apa-apa ya toh? Salam kenal Pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s