KEMKOMINFO Kirim Broadcast SMS Ancam Denda Rp 600 Juta

Di tengah kemelut berbagai korupsi yang melanda negeri ini, ternyata masih ada dan terus ada saja informas-informasi baru yang justru itu akan membuat kemelut baru diranah Indonesia. Dan beberapa hari terakhir ini memang banyak sekali informasi yang memang harus dipublikasi, informasi yang sebenarnya masuk akal tetapi juga tidak masuk akal.

Salah satu informasi yang sedang hangat juga adalah adanya broadcast SMS dari KEMKOMINFO tentang Himbauan kepada Masyarakat umum agar tidak memasang penguat sinyal (repeater) yang akan menyebabkan gangguan pada jaringan seluler (BTS), dan apabila ada yang melanggarnya akan dikenakan ancaman pidana 6 tahun dan atau denda Rp 600.000.000,-

Berikut SMS Broadcastnya, dan kebetulan saya sendiri belum dapat, mungkin nomor saya belum terdaftar atau mungkin faktor face.

SMS BROADCAST KEMKOMINFO

Foto by KencOur

Lalu bagaimana anda menanggapi SMS tersebut dengan kondisi khususnya kinerja provider seluler saat ini?

Perlu diketahu, penguat sinyal (repeater) itu semacam antena yang digunakan untuk memperkuat sinyal telepon seluler agar dapat menerima sinyal dengan baik dan stabil, otomatis yang menggunakan repeater ini mereka yang di daerahnya tidak tercover sinyal suatu provider dengan baik, bahkan mungkin tidak ada sinyal.

Antena Yagi Penguat Sinyal

Antena Yagi Penguat Sinyal / Credit Foto rumahtablet.com

Nah, apakah himbauan di atas sudah tepat untuk kondisi saat ini?

Saya sendiri kurang setuju dengan adanya himbauan tersebut apalagi dengan ancaman hukuman tersebut. Memang benar, mungkin hal itu dapat mengganggu kinerja BTS, tapi apakah Pemerintah dalam hal ini KEMKOMINFO tidak dapat memberikan solusi lain yang lebih sama-sama menguntungkan, tidak hanya masyarakat umum yang ditakut-takuti dengan penjara, denda ratusan juta, kecuali kalau tiap individu masyarakat Indonesia sudah memiliki omset per bulan Rp 1 Milyar, mungkin itu wajar. Tetapi, lihatlah masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin makan untuk sehari saja sulit, terus muncul denda denda dan denda. Bukan mengeluh tapi memang kenyataan seperti ini.

Saya pun sempat berkomentar kepada beberapa update status teman facebook saya yang mengupload SMS Broadcast tersebut.

Saya berkomentar seperti ini,

seandainya bisa membalas sms itu maka saya akan berkata
“Oke pak. kalau gitu tolong berikan kami sinyal kuat + paket internet murah dengan kecepatan 1mbps unlimited TANPA KUOTA dengan biaya maksimal 100ribu per bulan.
Kalau sudah terealisasi silahkan broadcast sms seperti itu kembali, dan kami akan tunduk padamu pak…..”

Itu hanyalah sebatas aspirasi saya sebagai masyarakat umum, karena saya melihat memang kualitas provider di Indonesia ini kurang maksimal, baik dari sisi sinyal maupun harganya. Semua hanya permainan uang dan tak ada yang memuaskan.

Jadi, dengan adanya informasi himbauan dari KEMKOMINFO di atas tentu membuat masyarakat tidak bisa berkutik, khususnya masyarakat yang di daerahnya tercover sinyal yang buruk.

Padahal saat ini era teknologi online sedang mencuat, berbagai kegiatan dapat dilakukan via online. Dan bahkan dengan online dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, sudah banyak berkembang berbagai produk-produk lokal yang dipasarkan melalui online.

Namun, apa daya jika kualitas pendukung untuk online terhambat oleh sinyal dan ketakutan akan denda ratusan juta.

Satu pemikiran pada “KEMKOMINFO Kirim Broadcast SMS Ancam Denda Rp 600 Juta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s