Kata Pakar : Pacaran Menurut Virmansyah

“Ayank….udah maem beyum, jangan lupa makan yang banyak biar nggak kelaparan, kasihan kan kalau kelaparan, nanti dikira aku nggak perhatian ama amu lagian aku nggak mau repot buat bikin penggalangan dana kelaparanmu…”

Yeah…pacaran. Whats is this? This is bla bla bla.

Pacaran sudah menjadi hal wajar dan umum di kalangan manusia saat ini. Aku pun tak tahu kapan istilah pacaran diresmikan untuk sebuah hubungan yang katanya merupakan hubungan pra nikah. Ah yang bener….. bener aja sih, buat mereka yang meyakinin adanya pacaran pasti itu dianggap bener, lantas ada juga yang tidak meyakini adanya pacaran. Ya, itu sih tergantung persepsi masing-masing orang. Aku sih cuek. #eh.

Ngomong-ngomong soal pacaran, aku sendiri juga pernah menyandang itu. Ya, istilah itu muncul dari teman-teman ku yang mengatakan bahwa aku sedang “pacaran” dengan si B. Itu tepatnya waktu SMA, haha. Belum ngerti bener soal menjalin hubungan dengan lawan jenis, jadi asal ikut-ikutan saja, biar nggak dikira kuper. Tapi itu tak berjalan lama, namanya juga cuma maen-maen. haha.

Di luar sana, pandangan tentang pacaran sangat beranekaragam ada yang pro dan kontra. Tapi saat ini aku nggak akan bahas itu, soalnya nggak bakal ada habisnya karena berhubungan dengan persepsi dan keyakinan masing-masing.

Pacaran Menurut Ku.

Berhubungan aku pernah dikatakan memiliki gelar “pacaran” maka aku akan membeberkan tentang pacaran menurut ku. Ini pandangan menurut ku ya sob, terserah kalian mau mencaci maki, mau pro kontra, #akusihcuek. hehe.

Begini, pacaran kalau yang aku lihat saat ini dari mayoritas orang-orang yang menjalaninya, seseorang dikatakan mendapat gelar pacaran apabila pihak pria dan pihak perempuan saling menyukai dan salah satu diantaranya lalu mengungkapkan cinta kasihnya dengan caranya tersendiri selanjutnya berhubungan yang lebih berbeda dari sebelumnya. Jadi nggak kayak teman biasa. Itu yang aku lihat saat ini sob. Bahkan nih ya, hmm, ada yang berhubungan seperti sudah resmi saja sob, ya gandengan tangan dengan mesra-mesraan, peluk-pelukan, dan yang lebih ekstrim lagi (tidak bisa aku sebutkan disini).

Namun, maaf sob, aku kurang setuju kalau pacaran itu seperti itu. Kalau aku nih ya, memang setelah pacaran monyet-monyetan pas SMA dulu, tidak akan lagi mengenal istilah pacaran. Bagi aku pacaran itu tidak ada. Ini aku ambil dari pemikiranku sendiri ya sob, bukan dari buku atau kata orang lain. Ya, lagi-lagi aku ingin beda, beda dari kebanyakan orang. Tapi insya Allah bedanya tetap yang positif.

Bagi aku, model pacaran yang aku ingin jalani seperti ini sob.

Misal aku saat ini menyukai seseorang, seseorang ini perempuan ya sob, bukan laki, kalau laki itu namanya aku maho. :3 Tapi yakinlah bahwa diriku masih normal 100%. Ok, kalau bagi aku, misal aku suka sama seseorang aku akan katakan kepada dia. Namun, cara mengatakannya berbeda, bukan I love U, Aku Cinta Kamu Maukah engkau jadi bidadariku, heleh….. bukan gitu kalau aku sob. Ini bukan berarti aku nggak romantis lho sob, beda…beda kasus kalau ini. B-)

Aku akan katakan dengan cara yang berbeda. Mmmmm… kasih tau nggak ya. Oke tak kasih contoh, jadi aku akan katakan misalnya gini “alon-alon waton kelakon”. Bagi aku istilah ini bukan hanya dipakai buat pengendara saat dijalan raya sob, tapi juga bisa buat hubungan asmara.

Nah, setelah aku ceritakan sedikit, yang intinya seperti itu, dan si dia sudah tahu maksudku, maka saat itu aku ingin adanya komitmen. Komitmen buat apa bro... ya komitmen buat apalagi kalau bukan untuk menuju ke bahtera rumah tangga ^^. Kalau ane belum siap gimana bro ? Dengerin dulu curhat aku, tanya mulu aja, temennya Mr. Kepo ya.

Kalau udah sama-sama tahu, dan memang sudah siap menikah, ya cap cus aja langsung bahas ke pernikahan. Kalau belum tahu dia gimana karakternya nanti cocok nggak gimana? Masa mau main lamar aja ? Ya itu sih terserah ente, kan bisa tanya sodara-sodaranya, teman-temannya dia gimana. Lagian nih menurut aku, kalau memang dirimu suka serius dengan si dia dari hati nuranimu, bukan suka dia dari hal lainnya, kamu pasti akan merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Setiap orang pasti akan merasakan itu. Kalau bimbang minta petunjuk dulu dari Allah. Kalau seorang muslim biasanya dengan Sholat Istikharah dulu.

Bener deh, kalau kamu memang suka serius dengan si dia kamu akan merasakan sesuatu yang tidak bisa diuangkan dan diungkapkan. Kamu pun tak tau mengapa kamu bisa suka sama si dia. Kalau kamu ditanya suka sama dia terus jawab, karena dia cantik, dia baik, dia lucu, dia unyu-unyu, itu sepertinya perlu dikaji ulang😀 ahaha, sori sob. Ketika loe, cieh loe, wong deso ae bilang loe… ketika kamu suka sama si dia tanpa alasan yang jelas, pasti kamu juga akan bengong domblong kok bisa ya? Ya, itulah kuasa Tuhan. Kita sih sebagai makhluknya meski di kasih akal dan pikiran tidak akan mampu menjawab itu, karena kuasa Tuhan itu di atas akal dan pikiran kita, jadi tak heran kalau rasa itu muncul diluar nalar kita, jadi kamu bingung kalau ditanya suka sama dia karena apanya.

Lanjut deh, kalau belum siap nikah, aku akan biasa saja sama dia. Maksudnya tidak seperti kebanyakan orang, menyandang gelar pacaran, pegang-pegangan, peluk-pelukan. Tapi cukup berkomunikasi seperti biasa sampai waktu terlah siap. Kalau aku sih gitu. hahaha. #aneh emang :p Yang penting tadi, alon-alon waton kelakon.

Jadi enak, kita rasanya menjalin hubungan dengan seseorang tapi masih terasa seperti jomblo wkwkwk. Tak heran jika teman-teman aku mengira bahwa aku jomblo. :p Padahal sudah duda beranak 3. Eh nggak-nggak … masing single ting tong kok.😉

Dan waktu ini bisa aku gunakan untuk memperbaiki diri sinambi melihat lebih jauh dirinya tanpa harus menjalin hubungan kayak orang-orang pacaran pada umumnya.

Namun perlu diingat, kita ini cuma manusia yang tak bisa layaknya hakim yang dapat memutuskan segalanya, yang kita bisa hanyalah berusaha dan berdoa memohon kepada-Nya agar kita dapat selalu diberikan petunjuk-Nya dan memohon kepada-Nya agar diberikan yang terbaik atas apa yang telah dipilih-Nya. Harapan kita semua sih tentunya agar nanti dapat terwujud di sebuah bahtera rumah tangga. Kita semua pasti berharap seperti itu, tapi kita juga harus yakin bahwa keputusan tidak hanya ditangan kita saja, masih ada DIA Yang Maha Kuasa. Yang kita bisa hanya berupaya agar terwujud dan memohon kepada-Nya.

Dan pesan aku buat semuanya, pacaran boleh saja, itu hak anda. Namun, jangan seperti orang yang sudah menikah, mesra-mesraan ditempat umum maupun private, mengumbar tubuh ke pasangan atas dasar cinta, kalau udah resmi terserah kamu kalau belum? Itu dosamu.

So, mari kita pakai akal pikiran dan nurani kita. Pacaran boleh saja, tapi yang sehat. Mari bikin perubahan.

————————-

Sudah saja ya curhatnya😀 , Maaf kalau ada salah-salah kata, maklum saya manusia biasa yang tak luput dari dosa.

Salam Hangat Penuh Semangat

3 pemikiran pada “Kata Pakar : Pacaran Menurut Virmansyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s