Cukup Kita Dengar Suara Itu

Sedang mikir judul apa yang sesuai untuk postingan ini, eh ada gempa, jadi buyar deh. Tapi alhamdulillah dapat dilanjut kembali.

“hidup tidak harus selalu mendengarkan kata orang, yang penting kita nyaman,bahagia dan tidak mendzalimi orang” – Risa Rii Leon

Manusia telah diciptakan oleh Sang Pencipta dengan dianugrahi akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran manusia mampu memilih jalur hidupnya selama hidup di dunia ini, ya meskipun 100% jalur yang dipilih tidak akan benar karena kebenaran hanyalah datang dari Tuhan.

Dengan pikiran-pikiran dari setiap orang membuat adanya sebuah perbedaan, ya terutama perbedaan pemikiran. Perbedaan pemikiran ini tidak muncul ketika kita lahir di dunia ini, namun perbedaan pemikiran muncul dari sebuah proses didikan. Baik didikan keluarga, lingkungan masyarakat maupun element lainnya yang diyakini oleh seseorang kalau itu benar.

Perbedaan pemikiran ini justru lebih berbahaya apabila tidak diimbangi dengan sikap toleran dan saling menhargai. Karena menghormati dan menghargai orang lain itu penting, sebab itu dapat membuat hubungan menjadi harmonis. Perbedaan pemikiran itu layaknya ketika sedang berpendapat di forum diskusi, apabila tidak ada sikap toleran bisa jadi akan sampai ke perdebatan sengit yang berujung pada perpisahan.

Tidak jauh-jauh, saya sendiri memiliki pemikiran atau mindset yang berbeda dengan orang lain. Bahkan beberapa pemikiran ini dipandang ‘aneh’ dan tidak sewajarnya bagi mayoritas orang, jadi tak heran jika pemikiran ini banyak mendapatkan suara masukan dari berbagai orang. Wong pemikiran yang masih dalam lingkup wajar saja terkadang menimbulkan banyak pertentangan. Jadi, memiliki sebuah pemikiran yang berbeda harus diimbangi dengan mental dan sikap yang kuat.

Jangan Membenarkan Pemikiranmu

Karena setiap orang memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda-beda, maka jangan pernah membenarkan pemikiranmu kepada orang-orang. Dampak yang terjadi justru akan membuat kita tak tenang dan terus dihinggapi perasaan tak nyaman bahkan akan menimbulkan perdebatan.

Dan kita juga harus menyadari bahwa yang dikatakan orang lain kepada kita itu tak selamanya benar, kadang orang lain hanya melihat dan menilai kita dari sisi luarnya saja.

Ketika kita terus dijejali dengan suara-suara orang lain yang berbeda pemikiran dengan kita, sebaiknya kita tak usah dengarkan. Tidak usah didengarkan bukan berarti kita harus menutup telinga dan tidak mau mendengarkan suaranya, namun disini maksudnya adalah tidak perlu melakukan apa yang orang lain inginkan. Apabila kita terus-terusan mengikuti apa yang orang lain inginkan, kita justru dalam hidup di dunia ini seperti tak memiliki tujuan. Orang lain bilang A, kita juga melakukan A, orang yang satunya bilang B kita juga menuruti bilang B, yang sebenarnya apa yang orang lain katakan itu juga belum tentu benar karena mereka juga memiliki pemikiran yang berbeda dan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda pula.

perbedaan-pendapat

Jadi, apapun yang orang lain katakan, yang terpenting kita tak selamanya harus lakukan. Kita cukup dengarkan saja sebagai bentuk sikap menghargai orang lain dan yang penting kita nyaman serta bahagia dengan apa yang kita lakukan. Akan lebih bahagia apabila kita tak mendzalami orang lain, dan menganggap kita paling benar. Karena seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa setiap orang memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda.

Tetap jalani hidup sesuai dengan naluri, apabila tulisan ini kurang berkenan di hati, saya mohon maaf dari dalam diri. Kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga dapat diambil hikmahnya.

Salam Hangat Penuh Semangat,
S Adi Firmansyah

ttd

Satu pemikiran pada “Cukup Kita Dengar Suara Itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s