Fokuslah Ngeblog Dan Ikhlaskan Untuk Berbagi

Sebenarnya agak gimana gitu mau nulis masalah ‘ikhlas’ mengikhlaskan, secara itu masalah masing-masing individu dengan Tuhannya. Tapi nggak apa-apa sekedar untuk mengingatkan diri saya dan sesama.

Ketika kita sudah fokus untuk ngeblog terlebih untuk mencari penghasilan, terkadang ada satu hal yang terlupakan, yaitu keikhlasan untuk berbagi. Itu sendiri pernah saya alami, ketika saya memang memutuskan untuk fokus menjadi blogger penuh waktu. Ada masa yang mana saya hanya memikirkan hasil dan uang yang akan saya peroleh. Saya hanya fokus menulis yang kira-kira banyak orang cari. Sehingga saya melupakan makna dari ngeblog itu sendiri.

Blogging

Image via gobloggingtips.com

Alhasil, saya pun mengalami ‘capek’, tidak hanya capek fisik karena rutin update, tetapi juga capek psikis karena hanya berharap hasil akan datang dengan cepat dan banyak.

Saya lupa akan makna dari blogging dan peran saya sebagai blogger. Mungkin keadaan ini tidak hanya untuk kaum blogger saja, tetapi juga menyeluruh di semua bidang pekerjaan, kalau sebenarnya kita itu bekerja untuk membantu dan berbagi.

Meskipun menjadi blogger termasuk pekerjaan invidual, tetapi sebenarnya ada pihak-pihak lain yang saling berperan di dalamnya. Yang pertama tentu adalah peran Tuhan, sebagai pemberi segalanya, termasuk pemberi ide-ide tulisan. Yang kedua ada diri kita sendiri sebagai penulis (blogger) yang menerbitkan dan mendistribusikan tulisan, dan yang ketiga adalah pembaca.

Dari situ sudah jelas, bahwa kita sebenarnya pemilik tanggung jawab terbesar. Tuhan memberikan amanah kepada kita berupa pekerjaan untuk memberitahu para pembaca tentang hal-hal yang pembaca butuhkan. Tuhan memberikan kita ide-ide tulisan yang orang lain (pembaca) butuhkan. Untuk itu, apakah kita sebagai blogger hanyalah sebatas fokus untuk mencari penghasilan saja? Tentu tidak.

Sehingga apa yang menjadi peran kita sebagai blogger haruslah dimaksimalkan betul agar berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Sejatinya pembaca sangat mengharapkan informasi-informasi penting dari kita (blogger), untuk itu kualitas konten tulisan haruslah kita jaga agar apa yang kita sampaikan dan berikan melalui tulisan, bisa diterima oleh pembaca.

Selain itu, yang terpenting adalah makna berbagi harus kita pegang betul. Tuhan telah memberikan kita bekal untuk kita kerjakan, sebagai hamba-Nya, tentu kita harus berterima kasih kepada-Nya dan salah satu cara berterima kasih adalah dengan membagikan apa yang telah diberikan-Nya kepada sesama. Dan karena kita sebagai blogger bisa dibagikan melalui sebuah tulisan.

Tulisan kita akan dipertanggung jawabkan. Karena tulisan kita memiliki pengaruh kepada pembaca.

Saya sendiri banyak menemui blogger yang hanya fokus pada mencari penghasilan dan itu dibuktikan dengan isi yang tidak sesuai dengan judulnya. Saya sendiri pun pernah melakukan hal tersebut. Pembaca melirik blog kita yang pertama adalah melalui judulnya, lantas ketika judul tersebut menggambarkan isi yang akan dicarinya, tapi ternyata isinya tidak relevan sama sekali. Kasarannya hanya ‘nembak keyword’, yang penting visitor banyak earning naik. Masalah pembaca mendapatkan apa yang mereka cari atau tidak itu urusan belakangan, bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan.

Keadaan semacam itu tentu sangatlah merugikan kita sebagai blogger. Apalagi bagi blogger yang mohon maaf hanya mengandalkan Auto Generate Content (AGC) untuk mengisi blognya dan yang penting dapat duit.

Sebenarnya inilah yang menjadi kerisauan saya sebagai blogger melihat fenomena saat ini, yang mana ngeblog sudah bisa digunakan untuk menghasilkan uang, lantas banyak orang yang menghalalkan cara.

Nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan berbagi melalui tulisan seakan pudar dan tergantikan dengan uang. Prioritas utama menjadi uang, dan mengesampingkan manfaat yang diperoleh pembaca.

Intinya, dalam artikel adalah saya sebagai blogger ingin mengajak diri saya dan para blogger-blogger Indonesia untuk terus berkarya melalui tulisan tanpa harus berprioritas pada hasil. Mari menulis dengan jujur, dengan semangat berbagi kepada sesama. Boleh menyadur dari sumber lain, tapi tentunya harus ada etika, dan itu semua bisa dikemas dengan gaya kita sendiri.

Saya yakin, dengan semangat berbagi maka apa yang kita berikan ini insya Allah akan mendapatkan keberkahan dari Sang Illahi. Dan itulah yang sebenarnya kita cari, yaitu keberkahan, bukan seberapa dollar yang bisa kita capai.

Saya yakin, jika kita melakukan dengan ikhlas dan dengan dilandasi rasa berbagi kepada sesama, hasil itu akan datang sendiri. Meskipun awalnya memang sangat sulit. Saya sendiri mengalaminya, kadang buntu mau nulis, malas pun menghinggapi, pengunjung pun kadang menurun, tapi itulah yang namanya proses. Proses harus dilalui, proses harus dijalani. Proses adalah pembelajaran untuk bisa mengetahui kekurangan, sehingga kita bisa memperbaikinya.

Semoga tulisan ini bisa mengingatkan saya dan semua blogger agar bisa kembali memaknai blogging itu apa. Mohon diingatkan ketika saya kurang berkenan dalam menghadirkan sebuah tulisan, mengingat saya sendiri masih belajar dan jelas memiliki kekurangan.

Sekian dan terima kasih.

Iklan

2 pemikiran pada “Fokuslah Ngeblog Dan Ikhlaskan Untuk Berbagi

  1. Ternyata oh ternyata….dengan membaca tulisan ini, aku jadi merasa bahwa aku tidak sendirian merasakan hal yang hampir sama selama perjalanan dalam belajar menjadi blogger.

    Antara menulis untuk robot (nembak keyword) atau menulis untuk manusia ( prinsip faedah atau manfaat)

    *toss*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s